Yang Tak Sempat Diucapkan
Kepada Mama dan Papa
Yang
tak sempat diucapkan
Assalamualaikum ma, pa..
Sedang apa papa di sana?
Menikmati suasana pedesaan di daerah London
tentu menyenangkan bagi paru-paru papa..
sesungguhnya, tia bersyukur papa bukanlah
seorang perokok. Paling tidak, paru-paru papa kini punya kesempatan
bermain-main semakin lama dengan udara bersih di sana..
Bagaimana dengan sekolah papa? Lancarkah?
Mungkin papa sudah menyelesaikan tugas essay yang papa keluhkan itu ya pa :D
Tia yakin papa mudah menuliskannya.
Hanya sebenernya, itu alasan saja bagi papa
untuk punya waktu bermanja-manja dengan anak-anaknya, dengan cara
keluhan-keluhan lucu yang disambung melalui panggilan interlokal, yang semenit
saja sudah papa wanti-wanti agar segera diputus. Hahaha, biaya telpon bisa
untuk biaya makan keluarga kita disini satu bulan ya pa J
Semoga lancar sampai kepulangan kembali ke
sini ya pa..
Hai mama,
Pasti sekarang sudah tidur di kamar
sebelah.
Atau mungkin masih bercengkrama dengan
nenek?
Belakangan ini, nenek semakin sering lupa.
Semakin sering tidak “nyambung “untuk diajak ngobrol. Hanya merespon ketika
lapar, ke kamar mandi, dan ingin tidur. Namun, beberapa malam nenek kembali
ingat semuanya. Ia sibuk bercerita, bernostalgia tentang kehidupan lamanya,
lalu sibuk berkelakar tentang mama dan anak-anaknya.. sayangnya, nenek juga
kadang lupa bahwa kakek sudah tidak ada. Kadang menyapa yang memang benar-benar
“tidak ada”.
Baiklah, bagaimanapun juga cinta kita
selalu ada untuk nenek ya ma…
Sebenarnya,
Ada kata-kata yang sulit tia ucapkan
langsung ketika berada di hadapan mama papa.
Ada kata-kata yang tia takutkan, tidak akan
pernah dimengerti oleh mama papa, bahkan jika kita berbincang berjam-jam
lamanya..
Tia bahagia, lahir di keluarga ini..
dididik oleh seorang ibu yang penuh dengan
kasih sayang dan seorang ayah yang tegas namun penuh cinta.
Sesungguhnya, tia bersyukur menjadi si anak
kedua..
Tia bersyukur, mama melahirkan abang untuk
menjadi penuntun saat tia susah, dan melahirkan putri sebagai manusia yang
selalu ingin tia lindungi..
Tia bahagia menjadi bagian dari keluarga
“kaya” ini..
Keluarga yang tidak pernah kekurangan kasih
sayang, canda dan tawa..
Keluarga yang selalu mendukung bagian dari
anggotanya, terlepas dari benar atau tidaknya tindak tanduk mereka..
Tia bersyukur, tia berada di sini, sekarang
ini.. menjadi anak mama papa..
Ada beberapa hal yang tia takut ucapkan ma,
pa..
Ada kegelisahan yang tidak hilang-hilang,
hingga akhirnya tia mendapatkan kesempatan untuk hampir sejajar dengan papa,
yaitu menyelesaikan pasca sarjana..
Ada haru dan rasa takut yang menyeruak,
ketika tia teringat bahwa mama dan papa masih tetap berada di belakang dan di
samping tia untuk menguatkan.. namun tia takut tia menjadi semakin merepotkan.
Kian hari, ada peringai tia yang seakan
menjadi “galak” kepada mama, wahai pa.. tapi sungguh, bukan maksud tia
berperilaku demikian,
Hanya rasa gelisah yang menjalar, minta
untuk segera dipadamkan..
Ma, pa..
Mohon maaf jika sampai saat ini, belum ada
jerih payah satu pun yang bisa dibanggakan dan dinikmati oleh ma , pa..
Mohon maaf jika di umur saat ini pun, tia
belum bisa seperti ma, pa saat muda dulu..
Tia belum menjadi suri tauladan yang baik
bagi putri..
Menjadi adik yang mendukung bagi abang..
Dan menjadi tante yang penuh kasih sayang
bagi jasmine dan alza..
Mungkin, bagi mama yang seringkali
bercengkrama dengan tia, tau tentang sikap tia belakangan ini..
Tia sibuk di luar rumah, pergi mengajar
sana sini, mencari buku untuk dikaji, bukan untuk terlihat pintar.. bukan untuk
terlihat sombong.. bukan..
Tia hanya takut, keberadaan tia dirumah dan
tidak melakukan apa-apa adalah kesalahan.
Tia tahu betapa kerasnya hidup mama dan
papa jalani, saat seusia tia dulu.
Tia tahu, mama harus kerja di 2 tempat
sekaligus dan papa pun harus menjadi si serba bisa, dari semir sepatu, loper
dan penjaja makanan.. semua pun dijalani hingga sampai sekarang ini,,,
Mohon maaf, jika tia masih seringkali
merasa khawatir berlebihan, ketakutan dan histeris yang tidak bermanfaat..
Mohon maaf jika ada uang-uang yang harus
dikeluarkan untuk biaya rumah sakit, hanya karena tia tidak mendengarkan
nasihat mama-papa..
Sungguh, dalam menuliskan ini pun tia
sedang dilanda ketakutan..
Tia tidak tahu, harus menyampaikan kepada
siapa hal yang tia ucapkan barusan..
Bodohnya, pasti memang untuk mama dan
papa..
Tapi selalu timbul keraguan untuk
menjelaskan ini satu persatu.
Takut mama dan papa tidak mengerti..
Mohon maaf ma, pa..
Jika di beberapa bulan yang lalu, harus
ikut merasakan kesedihan hati ini..
Ikut menjadi seseorang yang dingin, padahal
tia tahu hati kalian berdua begitu hangatnya..
Terimalah permohonan maaf ini ma pa..
Komentar
semoga kedua orang tua memaafkan ya mba,,
semoga sukses dengan kesibukannya
Obat Herbal Fistula Ani
Obat Herbal Tulang Keropos
Obat Herbal Kanker Kandung Kemih
Obat Herbal Amandel Kronis
Obat Herbal Vertigo Akut
Obat Herbal Glaukoma
Obat Herbal Ispa
Obat Herbal Disentri
Obat Herbal Varises
GLOW Enhanz
Obat Herbal Kanker Usus Halus
Obat Herbal Sipilis
Obat Herbal Alzheimer
Obat Herbal Epilepsi
Obat Herbal Pasca Stroke Berat
Obat Herbal Kanker Hati
Obat Herbal Kanker Pankreas
Obat Herbal Meningitis