Travel Journey- Floating Market Lembang, Bandung
Jakarta-Bandung
160 km.
Sejak tol Padalarang
selesai dibangun, jarak Jakarta-Bandung-Jakarta kini sudah tak perlu
dikhawatirkan lagi. Kamu bisa dengan mudah menaiki beberapa travel yang dapat
disesuaikan dengan budget yang kamu miliki. Destinasi akhir travel pun bisa
ikut kamu sesuaikan. Contohnya, dahulu jika saya ingin pergi ke cihampelas
walk, saya dapat menaiki travel baraya hanya dengan harga 58 ribu rupiah. 3 jam duduk manis dan kamu pun sampai di
Bandung. Namun, bagi kamu yang ingin merasakan kenyamanan dan privasi lebih (
posisi bangku single seater), kamu bisa memilih x-trans atau city trans yang
lebih nyaman namun dengan harga yang sedikit lebih mahal.
Saya menyukai Bandung,
kulinernya, dan tata letak kotanya. Saya menyukai Bandung yang ramah dengan
turis-turis lokal dan mancanegara, kuliner yang beragam dan harga yang
bersahabat, tambahan pula, spot-spot fotografi yang sulit untuk dilewatkan.
Beberapa tahun terakhir,
Bandung berubah banyak. Setidaknya, itulah yang saya rasakan sebagai warga Jakarta
penikmat Bandung di waktu weekend. Berbagai kafe baru yang menyajikan menu unik
dan harga murah, serta instalasi seni di berbagai sudut kota, cukup memanjakan
mata saya. Terlebih, ketika Bandung memiliki walikota baru yang piawai dalam
menata kota Bandung hingga lebih cantik dari masa ke masa.
Terlepas dari
ketidaksukaan saya dengan beberapa orang Bandung serta jenis olahraga yang
digeluti orang tersebut, saya menyadari betapa picik saya jika lantas saya
menutup diri dari kesukaan saya pada Bandung. Saya berpikir, “yang salah bukan Bandungnya, tapi orang
tersebut. LOL” Lantas, saya pun kembali menikmati Bandung meskipun absen
beberapa saat mengunjunginya dan bertemu dengan orang yang memiliki nama yang
serupa. (sorry, that just happened)
Kali ini, saya mengunjungi
Floating Market, Lembang Bandung. Saya melihat beberapa review di detik travel
dan beberapa teman yang telah mengunjunginya, bahwa tempat ini adalah salah
satu tempat yang direkomendasikan untuk menghabiskan waktu di Bandung bersama
keluarga maupun kolega-kolega. Berbekal GPS (whoever made this invention, ooh
Damn, you are sooooooo great!), sampailah di Floating Market. Pandangan pertama
ketika memasuki wilayah floating market, saya terkesan dengan penjaga tiket
yang supeeeeerramah dan tidak segan-segan memberikan informasi sedetil apapun.
Untuk memasuki wilayah floating market, kamu harus membayar sesuai dengn
ketentuan pengelola. Mobil-motor-orang memiliki tarif masing-masing. Btw, simpan baik-baik tiket kamu,
karena bisa kamu tukarkan dengan segelas hot chocolate atau hot cappuccino yang
dicover dengan gelas kertas design cantik floating market lembang.
Ternyata, review dari
internet yang saya dapat, kalah dibandingkan pemandangan yang saya saksikan
sendiri di sana. Ketika saya memposting foto ke salah satu social media, seorang
senior bahkan menganggap saya sedang berada di Eropa J memang, pemandangan yang
kamu lihat akan semakin apik ketika kamu datang saat matahari terbenam ataupun
malam hari ketika lampu-lampu mulai dinyalakan.
Di sekitar floating
market, banyak disediakan tempat duduk dan bale-bale bagi pengunjung yang ingin
menikmati pemandangan menghadap danau. Bagi saya, pemandangan floating market
ini jauh lebih indah dibandingkan floating market (pasar ah pong) yang ada di
Sentul. Pemerintah kota Bandung berhasil menerjemahkan sarana rekreasi murah
namun dengan tata letak yang tak kalah indah. Kamu bisa berfoto sesuka kamu di
sudut manapun dan masih terlihat kecantikannya. Bagi pengunjung yang membawa
anak, floating market menyediakan stall khusus menjual kipas warna-warni yang
sulit untuk dilewatkan. Kamu cukup menghabiskan kocek 20 ribu rupiah untuk
kipas warna-warni ini.
Floating market
berbentuk lingkaran, sehingga kamu dapat memulai lil’ journey dimulai dari
bagian manapun. Bagi yang beragama moslem, disediakan mushola di berbagai sudut
sehingga kamu tidak perlu mengantri. Mushola ini pun dibalut dengan tampilan
kayu-kayu sehingga terlihat nyaman dan homey. Saat malam hari, kamu juga bisa
merasakan pengalaman menaiki boat khusus yang dilengkapi dengan lampu
warna-warni, safety jackets, dan
lagu-lagu masa kini yang diputar selama kamu mengelilingi danau di floating
market. Makanan yang ditawarkan di sini juga memuaskan perut kamu. Harga paling
mahal berkisar 30ribu dan paling murah 5 ribu rupiah.
Bagi saya, dengan tampilan
yang sedemikian rupa, pemerintah Bandung berhasil menyajikan rekreasi yang
memuaskan di berbagai kalangan.
Komentar